A. SEJARAH
Guna mensukseskan program Wajib Belajar 9 tahun, pemerintah berusaha menambah jumlah sekolah, terutama SMP yang dirasa kurang sebanding dengan jumlah Sekolah Dasar yang sudah berdiri lebih dahulu. Untuk itulah dibangun SMP Negeri 16 Malang yang terletak di Jalan Teluk Pacitan Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sedangkan di kecamatan Blimbing hanya ada 3 SMP Negeri, yaitu SMPN 14, SMPN 16 dan SMPN 20 Malang. Bagaimana dengan SMU Negerinya? tidak ada yang berdiri di Kecamatan Blimbing.
SMP Negeri 16 Malang didirikan pada tanggal 6 Mei 1992. Sekolah ini diresmikan langsung oleh Bapak Prof. Dr. Fuad Hasan yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Letaknya yang masih asri, hijau dan bersebelahan dengan sungai Bango sangat memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar. SMP Negeri 16 Malang mudah dijangkau, karena terletak di dekat jalur transportasi yang dilewati oleh mikrolet dari berbagai jurusan kota, mengingat letaknya yang sangat dekat dengan terminal Arjosari Malang.
Pada saat berdiri tahun 1992, sarana yang ada hanya terdiri dari 4 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang laboratorium, 1 deret ruang TU, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru dan 2 bagian ruang WC putra dan putri. Lahan sekolah berbentuk memanjang ke arah timur, di mana saat itu masih berupa lahan pertanian.
Pada awal semester I tahun 1992/1993 SMP Negeri 16 Malang masih filial atau bagian dari SMP Negeri 11 malang, jadi jabatan Kepala Sekolah masih dipegang oleh Bapak Moel Soeradi (Kepala Sekolah SMP Negeri 11 malang). Proses Belajar mengajar berlangsung pagi hari. Pengajarnya saat itu adalah Ibu Soepeniati, bapak Medi Asmo, Ibu Cahaya, Ibu Anita, Bapak Suwoko, Ibu Padmi, Ibu Robiatul dan Bapak Kusnadi.
Pada semester II tahun 1992/1993, SMP Negeri 16 Malang dipimpin oleh Ibu Nachrowi. Beberapa pengajar ditarik kembali ke SMP Negeri 11 dan sebagian menetap mengajar di SMP Negeri 16 malang. Saat itu jumlah gurunya makin bertambah, di antaranya Bapak Nur Ichwan, Bapak Sujito, Ibu Eny Agustin, Ibu Lilik Ratna, Ibu Anis dan Ibu Endang.
Pada tahun pelajaran 1993/1994 angkatan ke-2 diterima sebanyak 4 kelas, seluruhnya masuk pagi dengan menggunakan ruang perpustakaan dan ruang laboratorium sebagai tempat belajar. Pada tahun ajaran 1994/1995 angkatan ke-3 diterima sebanyak 5 kelas. Pada tahun ajaran tersebut, siswa kelas 2 dan 3 masuk pagi dan siswa kelas 1 masuk siang.
Pejabat Kepala sekolah SMP Negeri 16 malang :
Ibu Sri Murtimah Nachrowi
Dra. Retno Astuti
Bapak Mujono (1 semester)
Ibu Dra. Asmiaty
Bapak Drs. Gunarso
Bapak Drs. Kuri Sudirdjo, SH
Drs. Hari Sunyoto
Drs. Moch Ischak
Drs. Hari Subagiyo, M.Pd ( hingga sekarang )
B. PROFIL SEKOLAH
Berdiri pada tanggal 06 Mei 1992 yang diresmikan langsung oleh Bapak. Prof.Dr. Fuad Hasan. Memiliki NSS/DIK : 201056103116/542857
Lokasi Jl. Teluk Pacitan Arjosari, yang berdekatan dengan P3GT(VEDC), Terminal Arjosari (pusat transit terbesar di Kota Malang), Perumahan Kota Mandiri Bumi Araya, Puskesmas, Polsek Blimbing, Kantor Kecamatan Blimbing serta fasilitas lainnya.
Memiliki Luas Tanah : 6009 M persegi dengan Luas Bangunan : 2500 M persegi
C. VISI, MISI, TUJUAN dan STRATEGI V I S I Sekolah Berwawasan Lingkungan, Berbasis Multi Media, Berbahasa Internasional, Unggul dalam mutu dan berjiwa Ksatria
M I S I Menciptakan anak didik yang unggul dalam bidang imtaq dan iptek serta terampil / mampu menghadapi tantangan masa depan
T U J U A N Menyiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan di masa datang
STRATEGI Melaksanakan Pembelajaran & Bimbingan secara efektif dan efisien
Meningkatkan Profesional Guru
Mendorong siswa mengembangkan potensi diri
Menumbuh kembangkan ajaran agama
Melengkapi sarana dan prasarana sekolah
Melaksanakan 9 K ( Keamanan, Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Kekeluargaan, Kerindangan, Kesehatan, Keterbukaan dan Keteladanan pada warga sekolah
Baca Selengkapnya...
22 Mei 2009
SmP 16 QhUw
0 komentar Label: Sekolah
18 Mei 2009
KeUnGgUlAn SmK
Memang, ada harapan besar pendidikan kejuruan (SMK) mampu meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja atau berwirausaha. Tidak kalah penting adalah harapan SMK juga mampu mengangkat dan mengembangkan potensi keunggulan lokal. Tentunya, harapan ini membutuhkan dukungan potensi daerah dan pemerintah yang juga besar.
Barangkali, belum banyak daerah yang mampu mengarahkan pendidikan kejuruan untuk mengangkat potensi lokal ini, terutama kekayaan alam, perekonomian, dan pariwisata. Di Malang Raya, bisa dikata jumlah SMK yang berbasis keunggulan lokal masih belum sebanding dengan potensi kekayaan (alam) yang ada. Di Kota Batu, ada SMKN 2 yang memiliki program keahlian pertanian. Di Kota Malang, beberapa keahlian kerajinan kriya sudah menjadi program keahlian di SMKN 5. Sementara di Kabupaten Malang, dengan potensi sumberdaya alam lebih besar, juga hanya memiliki SMKN 1 Pujon dengan program keahlian unggulan Budidaya Ternak, Teknik Pengolahan Hasil Ternak, Agroindustri, dan Kesehatan Hewan. Terdapat pula SMKN 2 Turen dengan program keahlian Budidaya Ikan Air Tawar, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, dan Teknika Perikanan Laut.
SMKN 1 Pujon memang didukung dengan potensi alam yang sangat baik untuk usaha peternakan yang setiap hari dikembangkan para petani. Sementara, SMKN 2 Turen juga dikelililingi para petani ikan air tawar di wilayah kecamatan Wajak, Sananrejo dan Gondanglegi.
“Rencananya kami mungkin akan mengembangkan sentra pembinaan budidaya ikan air tawar kepada kelompok masyarakat petani tambak di daerah Turen, Gondanglegi, dan Wajak. Kompetensi yang diberikan pada program keahlian budidaya ikan air tawar adalah pembenihan dan pembesaran ikan, pengolahan pakan ikan di kolam sekolah maupun tambak-tambak petani,” terang kepala SMKN 2, Didik Indratno MPd.
Meski demikian, keberadaan SMK berbasis potensi dan keunggulan lokal ini tidak serta merta didukung dengan infrastruktur memadai seperti lahan tambak maupun yang ada di pantai atau laut. Dikatakan Didik, karena tambak-tambak kecil umumnya milik perorangan dan sebagai home-industri kompetensi keahlian taruna SMKN 2 kurang bisa diterapkan dengan baik.
“Peralatan yang ada di lokasi (tambak ataupun laut) kurang memadai untuk sarana praktik. Di pantai Sendang Biru, misalnya, peralatan penangkapan ikan yang dipakai masyarakat cenderung tradisonal dan kurang standar sehingga terkadang menyulitkan taruna mengembangkan kompetensi keahliannya,” ungkapnya.
Didik juga menyesalkan masih belum adanya pangkalan pelabuhan atau pengolahan hasil penangkapan ikan yang bagus di Kabupaten Malang. Padahal, potensi alam kelautan di beberapa pantai yang dimiliki sangat besar. Mestinya Kabupaten Malang bisa meniru daerah lain seperti Kabuaten Lamongan, Banyuwangi, dan Probolinggo.
Selain potensi kelautan, masih banyak terhampar potensi sumberdaya alam lain seperti kehutanan, perkebunan, dan pertanian. Masih banyak peluang didirikannya SMK dengan program keahlian yang mampu mengembangkan potensi-potensi lokal ini. min-KP
Baca Selengkapnya...
0 komentar Label: Sekolah
14 Maret 2009
Cara Menghadapi UAN
HADAPI UAN 2008 Agar UAN saat ini berhasil dengan baik disertai angka yang memuaskan, maka diperlukan
persiapan-persiapan. Seluruh unsur yang berkepentingan (stakeholders) saat ini tengah menyiapkan dengan berbagai
cara dan upaya, dari mulai konsolidasi dengan orang tua siswa, pemantapan dan penambahan pelajaran pada siswa,
latihan ujian (try out), pengembangan motivasi belajar dan prestasi siswa, penguatan spiritual dengan mengadakan doa
bersama, les privat serta bimbingan belajar, dan lain-lain.
Pengalaman di lapangan, tidak sedikit para siswa yang mengalami stres dalam menghadapi saat-saat ujian tersebut,
terutama tingginya tekanan dari para guru, sekolah dan orang tua. Oleh karena itu diperlukan sikap dan cara-cara yang
proporsional dalam menghadapi ujian tersebut sehingga meraih hasil yang memuaskan dengan tidak merusak aspekaspek
yang lain seperti kejiwaan dan kesehatan fisik.
Berikut ini merupakan tips yang sekiranya dapat dipertimbangkan
sebagai upaya persiapan dalam menghadapi UAN 2008.
1. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional.
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi,
dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.
2. Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal 5,25, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.
3. Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.
4. Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).
5. Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.
6. Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.
7. Mohon doa restu dari orang tua
Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UAN 2008 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang
mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.
8. Berdoalah pada Allah
Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Allah Maha Tahu dan tentu akan
mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambaNYA.
Baca Selengkapnya...
0 komentar Label: Sekolah





